Perusahaan Islandia CarbonCraft pasang 50.000 panel penyerap karbon di pabrik Reykjavik pada 2024. Panel berlapis bahan MOF-303 ini menyaring 4.000 ton CO₂ per tahun, lalu jual gas tersebut ke pabrik baja sebagai bahan baku. “Kami ubah polusi jadi profit,” tegas CEO Bjarni Ármannsson, yang raup $120 juta dari penjualan kredit karbon ke Microsoft dan Shell.

Teknologi Penyedot Karbon Langsung

Mesin Direct Air Capture (DAC) buatan Climeworks hisap udara lewat kipas raksasa, pisahkan CO₂ dengan filter kimia, lalu simpan di bawah tanah atau konversi jadi bahan bakar sintetis. Pabrik di Swiss ini produksi 1 juta ton CO₂ per tahun, setara hapus emosi 200.000 mobil. Startup AS Heirloom percepat proses dengan batu kapur modifikasi yang serap CO₂ 1.000 kali lebih cepat dari alam.

Model Bisnis Sirkular

CarbonCraft jual CO₂ ke pabrik beton Carbicrete yang gunakan gas itu sebagai pengganti semen. Hasilnya: beton ramah lingkungan dengan jejak karbon negatif. Di Kanada, CarbonUpcycle ubah emisi jadi graphene berkualitas tinggi untuk baterai mobil listrik. Sementara LanzaTech raup $500 juta dengan fermentasi CO₂ jadi etanol via bakteri engineered.

Tantangan Energi & Regulasi

Biaya produksi masih tinggi—$600 per ton CO₂ terserap, tapi diprediksi turun ke $100 per ton pada 2030. Pabrik DAC butuh 2.000 kWh untuk serap 1 ton CO₂, setara konsumsi listrik 200 rumah. Solusinya: CarbonCraft pasang panel surya terapung di danau vulkanik untuk pasok energi 24/7.

Ekspansi Global & Inovasi

Pemerintah Norwegia dan Uni Emirat Arab investasi $2 miliar untuk bangun 10 pabrik karbon baru di 2025. Climeworks kolaborasi dengan Airbus kembangkan bahan bakar pesawat dari CO₂. Di Indonesia, startup Nusantara Carbon uji coba reaktor alga laut yang serap CO₂ 20x lebih cepat dari hutan bakau.