uberpreneurs.com – Pada peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina, Presiden China Xi Jinping mengadakan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pembicaraan tersebut, Xi menegaskan kembali kemitraan “tanpa batas” antara China dan Rusia, menekankan bahwa hubungan bilateral mereka tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Xi juga menyatakan kepuasan atas upaya Rusia dalam mencari solusi damai untuk konflik di Ukraina dan menegaskan dukungan China terhadap dialog antara Rusia dan Amerika Serikat guna mengakhiri perang tersebut.
Selain itu, Xi mengapresiasi inisiatif Rusia dalam meredakan krisis dan menyebutkan bahwa China telah membentuk kelompok “sahabat perdamaian” sebagai bagian dari upaya diplomatiknya. Kedua pemimpin juga membahas rencana partisipasi Xi dalam peringatan kemenangan Soviet dalam Perang Dunia II yang akan datang, menunjukkan kedekatan hubungan antara kedua negara.
Meskipun hubungan erat ini, China tetap berhati-hati dalam posisinya terkait konflik Ukraina, menghindari kecaman langsung terhadap Rusia. Sikap ini telah mempengaruhi hubungan China dengan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat dan Eropa. Namun, Rusia terus memandang China sebagai sekutu penting, terutama dalam menghadapi tekanan dan sanksi dari negara-negara Barat.