Unilever Investasi Rp1,2 Triliun untuk Kemasan Ramah Lingkungan di Pabrik Jawa Timur

Unilever Indonesia mengalokasikan dana Rp1,2 triliun untuk membangun fasilitas produksi kemasan berkelanjutan di pabrik Sidoarjo, Jawa Timur. Investasi ini mentransformasi 45% lini kemasan produk rumah tangga mereka menjadi bahan daur ulang dan biodegradable hingga 2026.

Pabrik berkapasitas 120 ribu ton/tahun ini mengadopsi teknologi advanced recycling yang mengolah 8 ton sampah plastik laut per hari menjadi kemasan premium. Direktur Operasi Unilever Indonesia, Agus Kurniawan, menjelaskan: “Mesin pyrolyzer kami mengonversi plastik multilayer menjadi pelet daur ulang berkualitas food-grade dengan emisi karbon 60% lebih rendah.”

Produk andalan seperti Rinso dan Sunsilk menggunakan kemasan baru berbasis bioplastik dari limbah tebu dan rumput laut. Inovasi ini mengurangi ketergantungan pada plastik virgin hingga 7.200 ton/tahun. “Konsumen membuka kemasan shampo yang bisa terurai di kompos dalam 12 minggu,” tambah Agus.

Kementerian Lingkungan Hidup mendukung inisiatif ini melalui insentif pajak hijau. Dirjen Pengelolaan Sampah KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, menyatakan: “Teknologi ini mempercepat target Indonesia mengurangi sampah plastik laut 70% pada 2030.”

Di lapangan, nelayan di Surabaya mengumpulkan 2,3 ton sampah plastik/hari untuk disuplai ke pabrik Unilever. “Kami mendapat Rp12.000/kg – ini meningkatkan pendapatan sekaligus membersihkan laut,” ujar Ketua Koperasi Nelayan Maspion, Ahmad Yani.

Unilever juga melatih 15.000 UMKM mitra dalam pengelolaan kemasan berkelanjutan. Pada 2027, mereka menargetkan 100% kemasan plastik bisa didaur ulang atau digunakan ulang. Investasi ini tidak sekadar mengurangi jejak lingkungan, tetapi mendorong ekonomi sirkuler berbasis kolaborasi industri-masyarakat.

Balita 3 Tahun di Pasuruan Jatuh dan Tewas Terserempet Truk

Tragedi memilukan terjadi di Pasuruan, Jawa Timur, ketika seorang balita berusia tiga tahun meninggal dunia setelah terjatuh dan terserempet truk yang melintas di dekat rumahnya. Kejadian tersebut terjadi pada pagi hari, tepatnya di sebuah jalan yang cukup ramai. Menurut saksi mata, balita tersebut awalnya sedang bermain di depan rumahnya tanpa pengawasan orang tua.

Kejadian Tragis

Peristiwa itu bermula saat balita tersebut tergelincir dan jatuh ke jalan. Pada saat yang bersamaan, sebuah truk besar yang melintas tidak dapat menghindari anak tersebut. Truk itu, yang sedang melaju dengan kecepatan sedang, tidak menyadari keberadaan balita di dekatnya. Akibatnya, roda truk tersebut mengenai tubuh balita tersebut, menyebabkan luka parah dan akhirnya merenggut nyawanya.

Tanggapan Warga dan Keluarga

Warga sekitar langsung bergegas menolong dan membawa balita tersebut ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa anak malang itu tidak dapat diselamatkan, dan dokter menyatakan bahwa ia meninggal dunia akibat cedera parah. Keluarga korban yang terkejut dan sangat berduka langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat.

Pihak Kepolisian Menyelidiki Kasus

Pihak kepolisian setempat segera turun tangan untuk menyelidiki kejadian ini. Mereka memeriksa lokasi kejadian dan melakukan wawancara dengan saksi-saksi untuk memastikan kronologi peristiwa. Sopir truk yang terlibat dalam insiden ini juga dimintai keterangan untuk mengetahui apakah ada kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan kecelakaan tragis ini.

Potensi Faktor Keamanan Jalan

Pihak berwenang juga akan meninjau aspek keselamatan di jalan tersebut. Mereka akan memeriksa apakah ada tanda-tanda peringatan yang memadai dan apakah pengendara truk mematuhi batas kecepatan yang ditetapkan. Beberapa warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian mengungkapkan bahwa jalan tersebut memang rawan kecelakaan, terutama dengan lalu lintas kendaraan berat yang cukup padat.

Pembelajaran dari Kejadian Ini

Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area yang rawan kecelakaan. Selain itu, kejadian ini juga membuka mata banyak pihak tentang pentingnya peningkatan infrastruktur dan keselamatan jalan di kawasan padat penduduk. Semua pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.